Wednesday, 6 June 2018

Beberapa Manfaat Teori Konstruktivisme


Apa manfaat dari konstruktivisme?
Teori konstruktivisme  sangat sering digunakan oleh guru dikelas tentu mempunyai alasan  yang dapat diterima oleh akal dan situasi, dalam pandangan saya teori konstruktivisme sangat sesuai dengan kondisi lingkungan siswa sekarang ini serta kemajuan teknologi yang membutuhkan kreativitas tinggi dalam mencerna pelajaran secara maksimal ,sebab belajar dikelas ataupun diluar kelas siswa membutuhkan imajinasi kreativitas yang tinggi,intuisi yang mendorong siswa untuk merancang dan menemukan sesuatu yang baru.oleh karena itulah teori konstruktivisme mempunyai manfaat sebagai berikut :

1.Anak-anak belajar lebih banyak, dan menikmati belajar lebih banyak ketika mereka terlibat aktif, daripada pendengar pasif.

2.Pendidikan bekerja paling baik ketika berkonsentrasi pada pemikiran dan pemahaman, daripada menghafal. Konstruktivisme berkonsentrasi pada belajar bagaimana berpikir dan memahami.

3. Pembelajaran konstruktivis dapat dipindahtangankan. Dalam ruang kelas konstruktivis, siswa menciptakan prinsip-prinsip pengorganisasian yang dapat mereka bawa ke pengaturan pembelajaran lain.

.4.Konstruktivisme memberi siswa kepemilikan atas apa yang mereka pelajari, karena pembelajaran didasarkan pada pertanyaan dan eksplorasi siswa, dan seringkali para siswa juga memiliki kemampuan dalam merancang penilaian. Penilaian konstruktivis melibatkan inisiatif siswa dan investasi pribadi dalam jurnal mereka, laporan penelitian, model fisik, dan representasi artistik. Melibatkan naluri kreatif mengembangkan kemampuan siswa untuk mengekspresikan pengetahuan melalui berbagai cara. Para siswa juga lebih mungkin mempertahankan dan mentransfer pengetahuan baru ke kehidupan nyata.

5. Dengan membumikan kegiatan pembelajaran dalam konteks dunia nyata yang otentik, konstruktivisme merangsang dan melibatkan para siswa. Siswa di kelas konstruktivis belajar mempertanyakan berbagai hal dan menerapkan keingintahuan alami mereka kepada dunia.

6.Konstruktivisme mempromosikan keterampilan sosial dan komunikasi dengan menciptakan lingkungan kelas yang menekankan kolaborasi dan pertukaran ide. Siswa harus belajar cara mengartikulasikan ide mereka dengan jelas serta berkolaborasi dalam tugas secara efektif dengan berbagi dalam proyek kelompok. Oleh karena itu, para siswa harus saling bertukar pikiran sehingga harus belajar "bernegosiasi" dengan yang lain dan mengevaluasi kontribusi mereka dengan cara yang dapat diterima secara sosial. Ini sangat penting untuk kesuksesan di dunia nyata, karena mereka akan selalu terpapar dengan berbagai pengalaman di mana mereka harus bekerja sama dan bernavigasi di antara ide-ide orang lain.
 Terima kasih telah membaca tulisan ini semoga bermanfaat.

No comments:

Post a Comment