Monday, 4 February 2019

Bagaimana Menerapkan Teknologi informasi dalam Menciptakan Inovasi Pembelajaran



Abstrak 

Dalam proses pengajaran dan pembelajaran sering mengalami hambatan disebabkan oleh jarak waktu dan ruang ,dengan demikian maka penggunaan Teknologi informasi dalam pengajaran dan pembelajaran merupakan satu hal baru yang luar biasa. Penyertaan teknologi informasi dimaksudkan dapat menjadi suatu inovasi dalam mensukseskan pembelajaran dan pengajaran dengan melibatkan elemen teknologi informasi didalamnya peroses pembelajaran. Teknologi informasi berhubungan erat dengan sistem, teknologi informasi menciptakan efisiensi, percepatan penyampaian informasi, jangkauan yang lebih luas , serta kelenturan dalam pengunaannya. Oleh karena itu tujuan penulisan arteknologi informasie adalah untuk menemukan solusi terbaik mengatasi berbagai hambatan tersebut.dalam era globalisasi sektor pendidikan pun tak luput dari jangkauannya, yaitu dengan melibatkan teknologi di dalamnya dapat menghasilkan hasil belajar yang efektif dan efisien .teknologi informasiel ini membahas beberapa model pengajaran yang mengikutsertakan teknologi informasi yang menjadi bagian dari inovasi pendidikan untuk meningkatkan efektifitas pembelajaran. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif deskriftif yaitu data diperoleh melalui library research dan browsing internet yang terkait. E-Learning. Meliputi pengertian dari E-Learning,fungsi,manfaat, program dan proses pelaksanaan atau penerapan . jelas sudah bahwa sistem pembelajaran E-Learning, adalah suatu sistem pembelajaran dalam rangka meningkatkan mutu pembelajaran , inovasi dalam pembelajaran diera globalisasi dimana belajar atau berinteraksi dengan guru atau dosen serta siswa juga mahasiswa tidak lagi terhambat oleh jarak, ruang dan waktu. Key word : Teknologi informasi ,Inovasi Pembelajaran


 A. PENDAHULUAN 

Perkembangan ilmu dan teknologi dalam berbagai bidang telah berkembang dengan pesat. Pesatnya perkembangan Teknologi informasi ini berdampak pula dalam kehidupan, yang dikenal dengan e-life style, artinya kehidupan yang dipengaruhi oleh berbagai kebutuhan secara elektronik. Membawa dampak pada pengefisiensian berbagai aspek kehidupan itu sendiri. Pentingnya pengembangan dan pengelolaan teknologi informasi, mulai dirasakan pada semua aspek bidang kehidupan, tak terkecuali pada bidang pendidikan. 

Memasuki era informasi, perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi kini semakin pesat.. penggunaan Teknologi informasi pada globalisasi tak terbendung adalah sebuah keharusan, karena globalisasi menembus berbagai aspek kehidupan mulai dari aspek ekonimi, aspek teknologi sampai aspek kebudayaan. Dalam bidang pendidikan dan pengajaran inovasi adalah hal yang tidak dapat dihindari , sebab tanpa inovasi akan terjadi stagnasi pada dunia pendidikan kemudian akan berpengaruh pada unsur unsur kehidupan seperti politeknologi informasi, ekonomi, sosial kemasyarakatan dan sebagainya 

Dalam bidang pendidikan khususnya pendidikan teknologi digunakan sebagai pranata (means) media pembelajaran maupun sebagai sumber belajar (resources). Konsekuensinya adalah keseluruhan perangkat personil pendidikan, dimana didalamnya termasuk dosen/guru/instruktur maupun pengelola pendidikan perlu melengkapi keterampilan dalam menggunakan teknologi informasi tersebut sebagai sebuah kompetensi dalam kerangka kerja pengembangan profesionalnya.. 
Fokus penggunaan teknologi adalah melengkapi pranata yang sudah ada, yang mungkin digunakan kedalam kurikulum dan peluang mengintegrasikannya kedalam aktivitas proses pembelajaran di kelas. Penggunaan teknologi pada masa yang akan datang juga akan membawa perubahan dan tantangan tersendiri, hal ini disebabkan oleh meningkatnya harapan terhadap penggunaan teknologi informasi terutama dalam kontribusinya pada dunia pendidikan pada berbagai tingkatan satuan pendidikan mulai dari Sekolah Dasar dan Madrasah Ibtidaiyah ( SD/MI ) samapai Sekolah Lanjutan seperti Sekolah Menengah Atas atau Madrasah Aliyah ( SMA/MA ) termasuk juga sekolah kejuruan 

Beberapa elemen yang perlu dipertimbangkan oleh dosen/guru/instruktur dan pengelola pendidikansebagai berikut : 1. Penyikapan positif terhadap perkembangan dan penggunaan Teknologi informasi 2. Pemahaman potensi Teknologi informasi dalam bidang pendidikan 3. Kemampuan menggunakan Teknologi informasi secara efektif dalam kurikulum dan pembelajaran. 4. Kemampuan mengelola penggunaan Teknologi informasi di kelas. 5. Kemampuan mengevaluasi penggunaan Teknologi informasi 6. Kemampuan meningkatkan diferensiasi dan penentuan progres. 7. Kapabilitas teknik menggunakan sumber daya Teknologi informasi dan keterampilan ter up date 

Pada lingkup pendidikan dasar dan lanjutan , penggunaan teknologi informasi dilakukan dalam hal penghimpunan data, dimana komputer mengolah dan memobilisasi data serta dapat mendukung para guru dalam aktivitas keseharian pembelajaran, memperbaiki efektivitas dan efisiensi proses pembelajaran, serta membantu dalam pencapaian tujuan-tujuan pembelajaran. Sehingga penting dilakukan suatu penelitian yang mengarahkan pada munculnya sebuah inovasi dalam pembentukan dan pengembangan konsep kerangka model pembelajaran berbasis teknologi informasi yang didasarkan pada analisis kebutuhan (needs assessment) untuk menilai esensi dan urgensi tidaknya pembelajaran berbasis teknologi informasi dalam lingkup pembelajaran.

Arteknologi informasiel ini bertujuan untuk menjawab pertanyaan yang sifatnya mendasar kaitannya dengan E-learning secara umum yang menggunakan platform Teknologi informasi dan Komunikasi . Teknologi yang disebut oleh McLuhan sebagai perpanjangan tangan manusia dalam menyelesaikan persoalannya sehingga dalam hal ini Tteknologi informasi  sering disebut memiliki fungsi enabling atau memungkinkan sesuatu yang tidak mungkin baik dalam hal komputasi maupun dalam hal berkomunikasi dan berkolaborasi. teknologi komunikasi dalam pendidikan kaitannya dengan lahirnya inovasi pembelajaran E-Learning.

Penjelasan dimulai dari Teknologi informasi dalam pembelajarani, pembelajaran E-Learning, pengertian E-Learning yang juga akan membahas tentang fungsi E-Learning, manfaat E-Learning, kelebihan serta kelemahan E-Learning, dan program E-Learning.

B. PERAN TEKNOLOGI INFORMASI DALAM PEMBELAJARAN 

Teknologi informasi adalah suatu teknologi yang digunakan untuk mengolah data,termasuk memproses, mendapatkan,menyusun, menyimpan, memanipulasi data dalam berbagai cara untuk menghasilkan informasi yang berkualitas, yaitu informasi yang relevan, akurat dan tepat waktu, yang digunakan untuk keperluan pribadi, bisnis,pemerintahan dan juga pendidikan serta merupakan sumber informasi yang strategis untuk pengambilan keputusan. 

Teknologi ini menggunakan seperangkat komputer untuk mengolah data, sistem jaringan untuk menghubungkan satu komputer dengan komputer yang lainnya sesuai dengan kebutuhan, dan teknologi telekomunikasi digunakan agar data dapat disebar dan diakses secara global. 

Peran yang dapat diberikan oleh aplikasi teknologi informasi ini adalah mendapatkan informasi untuk kehidupan pribadi seperti informasi tentang kesehatan, hobi, rekreasi,dan rohani dan yang terpenting adalah informasi tentang pendidikan

 IT (information technology) adalah pendukung kapabilitas institusi, termasuk institusi pendidikan.
Beragam aspek yang melatar belakangi perkembangan teknologi khususnya teknologi informasi ini adalah keterlibatan mendalam dalam pengaplikasiannya.

Dalam dunia pendidikan misalnya, hal ini sudah sangat jelas terasa sejak munculnya teknologi internet yang membuat segala akses menjadi begitu dekat dan nyata.5 Salah satu esensi dari proses pendidikan tidak lain adalah penyajian informasi.

 Dalam menyajikan informasi, haruslah komunikatif. Dalam komunikasi pada umumnya, demikian pula dalam pendidikan, informasi yang tepat disajikan adalah informasi yang dibutuhkan, yakni yang bermakna dalam arti : Secara ekonomis menguntungkan.,Secara teknis memungkinkan dapat dilaksanakan ,Secara sosial-psikologis dapat diterima sesuai dengan norma dan nilai¬nilai yang ada ,Sesuai atau sejalan dengan kebijaksanaan/tuntutan perkembangan yang ada. Indonesia adalah negara ke-4 terbesar di dunia tentunya memiliki banyak tantangan didunia pendidikan diantaranya adalah masih banyaknya anak usia sekolah yang belum mendapatkan pendidikan 9 tahun, tidak meratanya penyebaran sarana dan prasarana pendidikan misalnya internet dan saluran telepon,rendahnya tingkat kelulusan ujian Nasional demikian pula dengan rendahnya hasil Ujian Nasional, rendahnya kualitas kompetensi tenaga pengajar, rendahnya pemanfaat teknologi informasi disekolah yang sudah memiliki fasilitas teknologi informasi (utilitas rendah) disisi lain tidak semua sekolah memliki sarana teknologi informasi yang memadai. 

Pada dasarnya teknologi informasi bukan komputer dan internetnya tetapi teknologi informasi juga melingkupi media informasi seperti radio, televisi, serta media komunikasi seperti telepon, telepon seluler, dengan sms, mms, music player, vidio player,kamera foto digital, vidio player dan e-book reader-nya. Jadi banyak media alternatif yang dapat dipilih oleh pengajar untuk menciptakan suasana pembelajaran yang menyenagkan dan berkesan. 

Teknologi informasi yang termanfaatkan dengan baik dan tepat dalam pendidikan akan memperluas kesempatan belajar. Meningkatkan efisiensi, meningkatkan kualitas belajar, meningkatkan kualitas mengajar, mengfasilitasi pembentukan keterampilan, mendorong belajar sepanjang hayat berkelanjutan, meningkatkan perencanaan kebijakan dan manajemen, serta mengurangi kesenjangan digital. Dalam proses belajar mengajar tentunya ada subyek dan obyek yang berperan aktif, dinamik dan interaktif didalam ruangan belajar baik didalam kelas maupun diluar kelas.

Guru dan siswa sama-sama dituntut untuk menciptakan suasana belajar dan transfer of knowledge-nya berjalan menyenyangkan dan tidak membosankan. Oleh karena itu peran guru dan siswa didalam kelas yang mengintegrasikan teknologi informasi didalam pembelajaran perlu dipahami dan dimainkan dengan sebaik-baiknya. Kini diera pendidikan berbasis teknologi informasi peran guru tidak hanya sebagai pengajar semata tapi juga bertindak sebagai fasilitator, kolaborator, mentor, pelatih, pengarah, dan teman belajar bagi siswa. Karenanya guru dan memberikan pilihan dan tangung jawab besar kepada siswa untuk mengalami peristwa belajar.

 Dengan peran guru sebagaiman di maksud maka peran siswapun mengalami perubahan dari partisipan pasif ke partisipan aktif yang banyak menghasilkan dan berbagi (sharing) pengetahuan atau keterampilan serta berpartisipasi sebanyak mungkin layaknya seorang ahli. Di sisi lain siswa juga dapat belajar individu sebagaimana halnya juga belajar kolaboratif dengan siswa lain. 

Untuk mendukung proses integrasi didalam pembelajaran maka manajemen sekolah, guru dan siswa harus memaham 9 prinsip integrasi teknologi informasi dalam pembelajaran yang terdiri dari prinsip-prinsip : 
1.Aktif Memungkinkan siswa dapat terlibat aktif oleh adanya proses belajar yang menarik dan bermakna. 2.Konstruktif Memungkinkan siswa dapat menggabungkan ide-ide baru kedalam pengetahuan yang telah di miliki sebelumnya untuk memahami makna atau keinginan dan keraguan yang selama ini ada dalam benaknya. 
3.Kolaboratif Memungkinkan siswa dalam satu kelompok atau komunitas dapat bekerja sama,berbagi ide,saran atau pengalaman,menasehati atau memberi masukan kepada sesama anggota kelompoknya. 4.Antusiasteknologi informasi Memungkinkan siswa dapat secara aktif dan anusias untuk berusaha mencapai apa yang diinginkan.
5.Kontekstual Memungkinkan situasi belajar diarahkan pada proses belajar yang bermakna (real-world) dan melaui pendekatan problem based dan case-based learning. 
6.Dialogis Memungkinkan proses belajar mengajar secara inherent merupakan suatu proses sosial dan dialogis dimana siswa memperoleh keuntungan dari proses komunkasi tersebut baik di dalam maupun di luar sekolah
7.Reflektif : Memungkinkan siswa dapat menyadari apa yang telah dia pelajari dan merenungkan apa yang telah dipelajarainya sebagai bagian dari proses belajar itu sendiri.
8.Multisensory Memungkinkan pembelajar dapat di sampaikan untuk beberapa modalitas belajar (multisensory) baik berupa audio,visual, maupun kinesteteknologi informasi. 
9.High order thinking skills training : Memungkinkan untuk melati kemampuan berpikir tingkat tinggi (seperti problem solving dan pengambilan keputusan) dan secara tidak langsung juga meningkatkan “ ICT dan media literacy ”Sebagaimana yang telah dijelaskan di atas, bahwa bukti otenteknologi informasi pelaksanaan pembelajaran berbasis teknologi informasi dapat kita cermati dari penyusunan Rencana Pelaksaan Pembelajara (RPP) dan implementasinya dilaksanakan oleh setiap guru mata pelajaran di sekolah. RPP yang mengintegrasikan teknologi informasi disusun dengan dua pendekatan yaitu pendekatan idealis dan pendekatan pragmatis.

Pendekatan idealis dapat dilakukan dengan penentuan topik,lalu menentukan tujuan pembelajaran yang ingin di capai, dan menentukan aktifitas pembelajaran dengan memanfaatkan teknologi informasi seperti modul,LKS , VCD¬DVD,CD-ROOM atau bahan belajar on line di internet. 

Sedangkan pendekatan pragmatis dapat dilakukan dengan dengan mengidentifikasi teknologi informasi seperti buku,modul,LKS, VCD-D VD, CD-ROOM, atau materi on line di internet kemudian menentuka topik yang bisa didukung oleh keberadaan teknologi informasi tersebut selanjutnya menentukan strategi yang akan digunakan untuk mencapai kompetensi dasar dan indikator pencapain hasil belajar dari topik bahasan tersebut. Adapun strategi yang digunakan pada dua pendekatan diatas yaitu strategi pembelajaran berbasis sumber daya, strategi pembelajaran berbasis permasalahan sehari-hari, strategi pembelajaran berbasis simulasi, strategi pembelajaran berbasis kolaborasi.

C. KONSEP DASAR E-LEARNING 
1. Pengertian E-Learning Beberapa model pembelajaran yang diprediksi akan mewarnai pelaksanaan pembelajaran pada masa yang akan datang, diantaranya adalah sebagai berikut: Cooperative Learning, Accelerated Learning, Quantum Learning, Distance Learning, dan E-Learning (Cyber Learning). Sistim pembelajaran ini prinsipnya adalah pembelajaran melalui pemanfaatan TI berbasis teknologi komputer dan atau internet. Teknologi pembelajaran seperti ini juga disebut dengan pembelajaran berbasis web (Web-Based Instruction). 

Pada kesempatan ini kita aka membahas lebih spesifik tentang e-learning. Dalam konteks jaringan, E-Learning didefinisikan sebagai upaya menghubungkan pembelajar (siswa/mahasiswa) dengan sumber belajarnya (database, pakar/guru/dosen, perpustakaan) yang secara fisik terpisah dan berjauhan, dimana interaktivitas dalam hubungan tersebut dilakukan secara langsung maupun tidak langsung. Istilah E-Learning mengandung pengertian yang sangat luas, sehingga banyak pakar yang menguraikan tentang definisi E-Learning dari berbagai sudut pandang. 

Salah satu definisi yang cukup dapat diterima banyak pihak .menggunakan media Internet, Intranet atau media jaringan komputer .secara sederhana dapatlah dikatakan bahwa pembelajaran elektronik (E-Learning) merupakan kegiatan pembelajaran yang memanfaatkan jaringan (Internet, LAN, WAN) sebagai metode penyampaian, interaksi, dan fasilitasi serta didukung oleh berbagai bentuk layanan belajar lainnya.

Definisi lain E-Learning dengan berbagai sudut pandang dapat dipelajari secara lengkap dari puluhan atau bahkan ratusan definisi yang muncul dapat kita simpulkan bahwa sistem atau konsep pendidikan yang memanfaatkan teknologi informasi dalam proses belajar mengajar dapat disebut sebagai suatu E-Learning. E-learning sebagai model pembelajaran baru dalam pendidikan memberikan perandan fungsi yang besar bagi dunia pendidikan yang selama ini dibebankan dengan banyaknya kekurangan dan kelemahan pendidikan konvensional (pendidikan pada umumnya) diantaranya adalah keterbatasan ruang dan waktu dalam proses pendidikan konvensional. 

Teknologi informasi yang mempunyai standar platform internet yang bisa menjadi solusi permasalahan tersebut karena sifat dari internet itu sendiri yaitu memungkinkan segala sesuatu saling terhubung belum lagi karakter internet yang murah, sederhana dan terbuka mengakibatkan internet bisa digunakan oleh siapa saja (everyone), dimana saja (everywhere), kapan saja (everytime) dan bebas digunakan (available to everyone). 

Pengembangan pendidikan menuju E-Learning merupakan suatu keharusan agar standar mutu pendidikan dapat ditingkatkan, karena E-Learning merupakan satu penggunaan teknologi internet dalam penyampaian pembelajaran dalam jangkauan luas yang berlandaskan tiga kriteria yaitu: a.E-Learning merupakan jaringan dengan kemampuan untuk memperbaharui, menyimpan, mendistribusi dan membagi materi ajar atau informasi. b.pengiriman sampai ke pengguna terakhir melalui komputer dengan menggunakan teknologi internet yang standar. c. memfokuskan pada pandangan yang paling luas tentang pembelajaran di balik paradigma pembelajaran tradisional (Soekartawi:2003)12 dengan demikian urgensi teknologi informasi dapat dioptimalkan untuk pendidikan.

Berbicara tentang fungsi E learning yaitu sebagai bahan pelengkap melancarkan operasional pembelajaran. Yaitu Sebagai tambahan (suplemen) yang sifatnya opsional Dikatakan berfungsi sebagai pelengkap apabila peserta didik mempunyai kebebasan memilih, apakah akan memanfaatkan materi pembelajaran elektronik atau tidak.

 Dalam hal ini, tidak ada kewajiban bagi peserta didik untuk mengakses materi pembelajaran elektronik. Sekalipun sifatnya opsional, peserta didik yang memanfaatkannya tentu akan memiliki tambahan pengetahuan atau wawasan,apabila materi pembelajaran elektronik diprogramkan untuk melengkapi materi pembelajaran yang diterima siswa di dalam kelas. Selain sebagai pelengkap juga difungsikan sebagai pengganti, apabila perguruan tinggi atau sekolah memberikan beberapa alternatif model kegiatan pembelajaran/perkuliahan kepada para siswa /mahasiswanya. Agar siswa pleksibel mengelola kegiatan pembelajaran sesuai dengan waktu dan aktivitas lainnya.

 Alternatif model pembelajaran bisa dilakukan secara konversional atau melalui jaringan baik langsung atau tidak langsung ( sincronous and unsincronous ) .
3. Manfaat E-Learning Manfaat E-Learning yaitu mempermudah interaksi antara peserta didik dengan bahan/materi pelajaran. Demikian juga interaksi antara peserta didik dengan dosen/guru/instruktur maupun antara sesama peserta didik. Peserta didik dapat saling berbagi informasi atau pendapat mengenai berbagai hal yang menyangkut pelajaran ataupun kebutuhan pengembangan diri peserta didik. 

Guru atau instruktur dapat menempatkan bahan-bahan belajar dan tugas-tugas yang harus dikerjakan oleh peserta didik di tempat tertentu di dalam web untuk diakses oleh para peserta didik. Sesuai dengan kebutuhan, guru/instruktur dapat pula memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk mengakses bahan belajar tertentu maupun soal-soal ujian yang hanya dapat diakses oleh peserta didik sekali saja dan dalamrentangan waktu tertentu pula. Secara lebih rinci, manfaat E-Learning dapat dilihat dari dua sudut, yaitu dari sudut peserta didik dan guru. 

Dilihat dari peserta didik, kegiatan E-Learning dimungkinkan berkembang suatu fleksibilitas belajar yang tinggi. Artinya, peserta didik dapat mengakses bahan-bahan belajar setiap saat dan berulang-ulang. Peserta didik juga dapat berkomunikasi dengan guru/dosen setiap saat.

Dengan yang demikian ini, peserta didik dapat lebih memantapkan penguasaannya terhadap materi pembelajaran. Hal ini akan terbukti manakala fasilitas infrastruktur tidak hanya tersedia di daerah perkotaan tetapi telah menjangkau daerah kecamatan dan pedesaan, maka kegiatan E-Learning akan memberikan manfaat kepada peserta didik, adapun manfaatnya yaitu : 1.Belajar di sekolah-sekolah kecil di daerah-daerah miskin untuk mengikuti mata pelajaran tertentu yang tidak dapat diberikan oleh sekolahnya. 2.Mengikuti program pendidikan keluarga di rumah (home schooling) untuk mempelajari materi pembelajaran yang tidak dapat diajarkan oleh para orang tuanya, seperti bahasa asing dan keterampilan di bidang komputer. 3. Merasa phobia dengan sekolah, atau peserta didik yang dirawat di rumah sakit maupun di rumah, yang putus sekolah tetapi berminat melanjutkan pendidikannya, yang dikeluarkan oleh sekolah, maupun peserta didik yang berada di berbagai daerah atau bahkan yang berada di luar negeri. 4. Tidak tertampung di sekolah konvensional untuk mendapatkan pendidikan. 

D. INOVASI PEMBELAJARAN MELALUI E-LEARNING 
Telah menjadi keyakinan bahwa peningkatan produktivitas dapat dicapai melalui pengunaan teknologi. Suatu perkembangan teknologi telah menyebabakan perubahan struktur masyarakat, yaitu dari masyarakat industri menjadi masyarakat informasi. Dimana salah satu ciri masyarakat informasi adalah tenaga kerja berpendidikan (knowledge worker) yang berbasis teknologi informasi atau komputer baik segi software (perangkat lunak) maupun hardware (perangkat keras).Dari sisi bagian information technology (IT), penguasaan teknologi harus dimanfaatkan untuk mengubah proses kerja, khususnya dibidang pendidikan akan sangat membantu bagi proses perkuliahan di institusi pendidikan. Disatu sisi inovasi yang berbentuk metode dapat berdampak pada perbaikan, meningkatkan kualitas pendidikan serta sebagai alat atau cara baru dalam memecahkan masalah yang dihadapi dalam kegiatan pendidikan. Dengan demikian metode atau cara baru dalam melaksanakan metode yang ada seperti dalam melakukan proses pembelajaran dapat menjadi suatu upaya meningkatkan efektivitas pembelajaran.

E. KESIMPULAN

 Beberapa hal yang dapat disimpulkan dari pembahasan artikel ini bahwa pengembangan E-Learning untuk saat ini menjadi kecenderungan model pembelajaran e-learning melalui homepage sebagai media pembelajaran sehingga diharapkan dapat meningkatkan minat dan kreativitas siswa, pilihan karena adanya perubahan dalam kehidupan. Pada era globalisasi saat ini terjadi perubahan paradigma dalam dunia pendidikan.
Pendidikan yang berlangsung sekarang setidaknya menghadapi dua tantangan. Tantangan yang pertama berasal dari adanya perubahan pandangan terhadap belajar itu sendiri dan kemajuan teknologi informasi dan komunikasi yang begitu pesat, yang menawarkan berbagai kemudahan dalam pembelajaran. E-Learning merupakan aplikasi internet yang dapat menghubungkan antara pendidik dan peserta didik dalam sebuah ruang belajar online. E-Learning untuk mengatasi keterbatasan antara pendidik dan peserta didik, terutama dalam hal ruang dan waktu.

Dengan E-Learning maka pendidik dan peserta didik tidak harus berada dalam satu dimensi ruang dan waktu. Proses pendidikan dapat berjalan kapan saja dengan mengabaikan kedua hal tersebut. Secara sederhana dapatlah dikatakan bahwa pembelajaran elektronik (E-Learning) merupakan kegiatan pembelajaran yang memanfaatkan jaringan (Internet, LAN, WAN) sebagai metode penyampaian, interaksi, dan fasilitasi serta didukung oleh berbagai bentuk layanan belajar lainnya,yang memiliki beberapa fungi dan manfaat bagi pelaksaan sistim pendidikan. Untuk menerapkan E-Learning, minimal ada tiga komponen pembentuk E-Learning, yaitu mengenai Infrastruktur E-Learning, Sistem dan aplikasi E-Learning, Konten E-Learning. E-Learning sebagai media pembelajaran yang menggunakan internet tentunya memiliki kelebihan dan kelemahan dalam mengaplikasikannya, beberapa keuntungan dari proses E-Learning adalah ekonomis, mudah diakses,efisien,interaktif dan kolaboratif, konsisten, fleksibel, kreatif dan mandiri. E-Learning dapat diterima dan diadopsi dengan cepat karena pengguna termotivasi dengan keuntungannya sedangkan kekurangannya 

DAFTAR PUSTAKA 

Indrayani, Etin. Pengelolaan Sistem Informasi Akademik Perguruan Tinggi Berbasis Teknologi informasi Dan Komunikasi (TEKNOLOGI INFORMASI), Jurnal Penelitian Pendidikan 57 Vol. 12 No. 1, April 201 1,ISSN 1412-565X

Kusuma, Ade. E-Learning Dalam Pembelajaran, Kandidat Program Doktor Linguisteknologi informasi Pada Program Pascasarjana UNJ, Dosen Bahasa Indonesia Universitas. Jambi.

Kudwadi, Budi dan Suryadi, Dedy. Pengembangan Kerangka Model E-Learning Dalam Pembelajaran Teknologi Dan Kejuruan, Dosen Jurusan Pendidikan Teknik Sipil FPTK UPI Lahinta, Agus. Berbagai Model Inovasi Pembelajaran dengan dukungan Teknologi informasi, seminar internasional, ISSN 1907-2066

Nuryanti, B.Lena. Model Pembelajaran E-Learning Melalui Homepage Ravik Karsidi, peningkatan mutu pendidikan melalui penerapan teknologi belajar jarak jauh, Pembantu Rektor Bidang Akademik, Kerjasama dan Pengembangan UNS Solo \

Susanti, Erma dan Sholeh, Muhammad. Rancang Bangun Aplikasi E-learning, Jurnal Teknologi, Vol.1, No. 1, 2008: 53-57 

Soekartawi , Prospek pembelajaran melalui internet. Makalah disampaikan pada Seminar Nasional ‘Teknologi Kependidikan’ yang diselenggarakan oleh UT-Pustekkom dan IPTPI, Jakarta,2002 

Soekartawi,E-Learning di Indonesia dan Prospeknya di Masa Mendatang, Surabaya:Univ.PETRA,2003. 

Sudirman Siahaan, E-Learning (Pembelajaran Elektronik) Sebagai Salah Satu Alternatif Kegiatan Pembelajaran,2002. Tafiardi, Meningkatkan Mutu Pendidikan Melalui E-Learning, Jurnal Pendidikan Penabur - No.04/ Th.IV/ Juli 2005 

Triono, Lovi. Urgensi Penggunaan Dan Pengembangan Teknologi Informasi Dalam Pendidikan (E-Learning), Program Studi Pendidikan Ravik Karsidi, Peningkatan Mutu Pendidikan Melalui Penerapan Teknologi Belajar Jarak Jauh, UNS Solo

 Ade Kusuma, E-Learning Dalam Pembelajaran, Program Pascasarjana UNJ,Dosen Bahasa Indonesia Univ. Jambi Tafiardi, Meningkatkan Mutu Pendidikan Melalui E-Learning, Jurnal Pendidikan Penabur - No.04/ Th.IV/ Juli 2005

No comments:

Post a Comment