Saturday, 23 February 2019

Strategi Mengajar Pengalaman yang tak terlupakan

Setiap orang pasti mempunyai pengalaman pribadi yang tak akan terlupakan bahkan mungkin pengalaman itu akan menjjadi panduan bagi dirinya pada masa datang,benar kata pepatah mengatakan "Pengalaman adalah guru terbaik ( experience is the best teacher ).

Terkait dengan pengalaman akan menjadikan seorang berpikir dan bertindak yang mengajukan pada pengalaman yang pernah dialaminya,baik pengalaman itu terkait dengan hal yang buruk atau kurang menguntung,maka dia akan pasti menghindarinya,tidak ada orang yang mau masuk dalam lobang kesengsaraan atau kerugian dua kali.

Namun apabila pengalaman itu menguntungkan baik dalam bentuk materi ataupun keberhasilan mencapai suatu prestasi,maka orang akan mereview  dan mengikuti langkah keberhasilan yang sejalan dengan pengalaman yang telah dilaluinya tersebut,apakah pengalaman itu dalam bentuk perbuatan dia sendiri ataupun ucapan orang lain yang dia ingat termasuk juga pengalaman orang  lain yang dia lihat atau dia ketahui.


Dalam tulisan ini penulis membagikan pengalaman mengajar beberapa guru yang pernah penulis alami semasa masih duduk dibangku sekolah.tepatnya ketika penulis masih belajar di sebuah Madrasah Aliyah  di Kota Baturaja Kabupaten Ogan Komring Ulu Provinsi Sumatera Selatan.

Ada seorang guru yang bernama Jauhari.dia adalah guru muda energik dan berkompetens pada  bidangnya yaitu dia mengajar bidang studi Quran Hadits.yang dia lakukan adalah : Setiap dia mengajar dia buka kelas dengan diawali kegiatan apersepsi,kemudian ditulis materi pelajaran langsung dipapan tulis dengan tidak melihat catatan. ayat Quran ditulis tanpa menggunakan shakal ( baris ) kemudian beliau membacakan serta menuntun siswa untuk membacanya.setelah itu beliau meminta siswa untuk melengkapi baris ayat yang dipelajari dipapan tulis.kemudian beliau menjelaskan makna ayat secara jelas dan siswa tidak boleh memegang pena atau menulis apapun .

Setelah beliau menjelaskan pelajaran secara tuntas,beliau menuntun siswa menghafal ayat tersebut dengan cara menghapus tulisan dipapan tulis sedikit demi sedikit sampai siswa hapal semua matan ayat yang sedang dipelajari'

Setelah siswa hapal baru kemudian beliau menyuruh siswa untuk menuliskan ayat hapalan dibuku tulis,tanpa boleh melihat catatan sama sekali karena tulisan dipapan tulis sudah dihapus bersih.siswa juga menulis dan menyimpulkan penjelasan yang diberikan oleh guru tadi dengan mengingat hal hal yang telah dijelaskan dengan bahasa murid itu sendiri.

Cara mengajar seperti itu entah metode apa namanya akan tetapi bagi saya ( penulis ) sangat melekat dalam ingatan  hingga puluhan tahun.sangat berkesan,mudah dan aktif  ,mungkin cara mengajar seperti cerita saya diatas bisa menjadi salah satu alternatif bagi teman guru disekoah,penulis berprinsip bahwa bukan betapa canggihnya metode mengajar yang pakai tetapi seberapa baikkah siswa mengerti memahami dan menguasai pelajaran yang sedang diajarkan.itu namanya pembelajaran efektif..terima kasih

No comments:

Post a Comment